Blog

Sumber : https://inet.detik.com/consumer/d-5279467/tutup-tahun-2020-vivo-bakal-tambah-lini-seri-y-untuk-pasar-indonesia

Jakarta – Vivo Indonesia mengonfirmasi perilisan Vivo Y51 untuk pasar smartphone Indonesia di penghujung tahun 2020 ini. Program early buy dan benefit tambahan disiapkan Vivo untuk kado konsumen di akhir tahun.
Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma mengungkapkan pihaknya kembali menghadirkan lini seri Y untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen di Indonesia, khususnya para pecinta lini seri Y.

“Lewat Vivo Y51 ini, kami ingin memberikan teknologi memori dan baterai yang besar, kamera yang jernih, dan desain smartphone yang terdepan dan terbaik di kelasnya dalam satu genggaman,” ujar Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020).

Sebagai vendor yang berorientasi pada riset konsumen, lanjut Edy, pihaknya mengklaim ini adalah momen yang tepat untuk menghadirkan Vivo Y51. Sebab akhir tahun jadi waktu untuk menjawab kebutuhan anak muda energik yang mencari pengalaman hiburan yang menyenangkan.

KPK Tetapkan Mensos Tersangka Kasus Korupsi Bantuan Covid-19

Tilasnews.com (Jakarta): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait bansos COVID-19. Selain Juliari, KPK juga menetapkan empat orang tersangka lain.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan kasus tersebut bermula dari informasi terkait adanya dugaan penerimaan uang oleh sejumlah penyelenggara negara yang diberikan oleh Ardian IM selaku swasta dan Harry Sidabuke kepada Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kemensos, Adi Wahyono dan Mensos Juliari Batubara. Sedangkan khusus untuk Juliari, pemberian uang melalui Matheus Joko Santoso dan Shelvy N selaku sekretaris di Kemensos.

“Penyerahan uang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 WIB di salah satu tempat di Jakarta,” kata Firli dalam konferensi pers di KPK, Minggu (6/12/2020).

Uang itu sebelumnya telah disiapkan Ardian dan Harry di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung. Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp 14,5 miliar.

 

Danrem Tadulako Sulteng Minta Warga Bantu Satgas Tinombala Buru Kelompok MIT

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5279164/danrem-tadulako-sulteng-minta-warga-bantu-satgas-tinombala-buru-kelompok-mit

Palu – Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf meminta masyarakat di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk berhenti memberikan dukungan ke warga sipil bersenjata yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Hal itu mengingat gerakan kelompok tersebut yang terus berupaya memasuki wilayah Kota Palu.
“Kami minta masyarakat stop dan segera berhenti memberikan dukungan atau bantuan ke kelompok MIT. Baik berupa informasi maupun pasokan bahan makanan. Pergerakan terus dilakukan mendekati ibu kota, ayo segera laporkan dan belajar dari kejadian di Maboro,” ucap Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf saat dihubungi detikcom pada Rabu (2/12/2020) sore.

Menurutnya, masyarakat di Sulteng harus belajar dari kejadian yang terjadi di Kelurahan Mamboro, pada (7/11), bahwa ada dua sipil bersenjata yang masuk dalam daftar pencairan orang (DPO) MIT beraktivitas kurang lebih dari dua minggu. Ia berharap peran dari masyarakat untuk bersatu kepada Satgas Tinombala mempercepat operasi pencarian MIT yang dpimpin oleh Ali Kalora.

“Peran masyarakat mempercepat operasi Satgas Tinombala sangat diharapkan. Jangan seperti kejadian di Mamboro sudah dua minggu tidak dilaporkan, untung saja dua orang yang beraktivitas saat tu yaitu Bojes dan rekannya, tewas tertembak,” tuturnya.

Sebelumnya, telah terjadi penambahan korban akibat kekerasan MIT yang terus beraktivitas di Sulawesi Tengah, khususnya di daerah Poso, Parimo, Sigi dan Kota Palu.

4 orang warga transmigran yang merupakan satu keluarga di Desa Lembatongoa meninggal dunia. Selain itu juga, Kapolda Sulteng Irjen Abd. Rakhman Baso mengatakan bahwa dalam penyerangan itu ada sebanyak 6 rumah warga dibakar.

“Jadi pelaku berjumlah sekitar 8 orang dan dipastikan Ali Kalora pimpin aksi tersebut. Sebelum terjadinya pembunuhan itu, sekelompok MIT masuk melalui bagian belakang rumah korban atau dapur untuk mengambil beras sebanyak 40 Kg,” ungkap Kapolda Sulteng, Irjen Abd Rahkman Baso pada (29/11).

Yusni Ilham, sebagai Koordinator Divisi hukum, humas dan data informasi Bawaslu Kota Bandar Lampung menjelaskan bahwa di tengah situasi sulit dan tidak menentu akibat pandemi Covid-19 penyelenggara pemilihan khususnya Pengawas dituntut untuk senantiasa berinovasi. Sosialisasi pengawasan yang biasanya dilaksanakan dalam pertemuan tatap muka bersekala besar, kini tidak memungkinkan, untuk itu Humas harus bisa menjadi corong yang bisa menginformasikan kepada masyarakat apa saja hal yang telah dilakukan, sedang dilakukan, dan akan dilakukan oleh Bawaslu.

Yusni juga menyampaikan terkait pelaksanaan tahapan Pilkada ini, keterbukaan informasi menjadi sebuah hal penting untuk diperhatikan sebagai salah satu elemen utama pendukung keberhasilan penyelenggaraan pilkada. Keterbukaan Informasi menjadi salah satu hal pokok indikator Penyelenggaraan pilkada yang jujur dan demokratis.

Tak lupa ia berpesan kepada jajarannya, “agar terus berinovasi, dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki. Hari ini peran media sosial sangat besar, oleh karenanya kita mesti memanfaatkannya dan memaksimalkan media sosial dalam mensosialisasikan maupun mempublis hasil kerja pengawasan”.