Gubernur Minta KTNA Sukseskan Program Petani Berjaya

Tilasnews.com, Bandar Lampung: Dalam pembukaan rembug paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung Gubernur Lampung minta KTNA bersama pemerintah sukseskan program petani berjaya, (16/1).

Dalam sambutannya Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan bahwa KTNA adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun pertanian yang mandiri.

“KTNA ini merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, modern di Provinsi Lampung, karena sekaligus sebagai pelaku utama dan pelaku usaha,” ucapnya.

“Oleh karena itu perlu dilakukan koordinasi yang tinggi, integrasi dan sinkronisasi,” imbuhnya dalam sambutan di PKK Agropark Lampung.

Lebih lanjut ia juga berharap kepada KTNA bersama dinas pertanian kabupaten mampu menguji kebenaran kartu petani berjaya dengan mengkoreksi permasalahan baik dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun pembenihannya.

“Saya berharap kepada KTNA dengan dinas pertanian kabupaten untuk bisa menguji kebenaran kartu petani berjaya tersebut. Kalo seandainya KUR macet, kita panggil bank nya dan apa permasalahannya, jika produksi tidak meningkat kita cek benihnya. Hal ini kita lakukan supaya program ini bisa menjadi program nasional pada masa mendatang”, jelas gubernur.

dilokasi yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi menyampaikan laporan progres implementasi Kartu Petani Berjaya (KPB) sampai bulan januari 2021.

“Terdapat 33. 816 petani yang telah terregistrasi sampai hari selasa kemarin, sebenarnya lebih dari itu namun karena beberapa masalah yang menghambat proses registrasi ini. Pertama masalah infrastruktur telekomunikasi atau blankspot di daerah Mesuji, Pesisir Barat dan Lampung Barat. Kemudian masalah yang kedua adalah infrastruktur yang saat ini masih perlu perbaikan dan penambahan-penambahan kapasitas. Kemudian untuk usaha kita sudah mengajukan dan menyetujui 3. 500 usaha dan penebusan pupuk subsidi”, jelasnya.

“Selanjutnya realisasi KUR tani yang melalui KPB dan Bank Negara Indonesia (BNI) sampai desember 2020 sebesar 57, 7 miliar, dengan jumlah debitur 3. 835 orang. Kemudian telah didistribusikan sebanyak 6. 152 kartu BNI combo, 11.020 petani yang sudah mendapat asuransi tanaman padi dan telah dilakukan Bimbingan Teknolgi (Bimtek) untuk seluruh kabupaten kota”.

Selanjutnya ia juga melaporkan program KPBI 2021 yaitu menargetkan 200.000 petani menjadi anggota KPB Provinsi Lampung.

Diketahui terdapat 15 perwakilan kabupaten kota yang hadir dalam acara ini yaitu, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Way Kanan, Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. (Al)

Related posts