Mahasiswa UIN RIL Demo Tuntut Pertanggung Jawaban SIARIL

Bandar Lampung, Tilasnews.com: Sistem Informasi Akademik UIN RIL (SIARIL) dinilai gagal dan penuh kebobrokan, karenanya mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa UIN (KAMU) Lampung gelar demonstrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Rabu (15/12/2021).

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Luki Pratama mengatakan aksi tersebut adalah bentuk aspirasi Mahasiswa UIN RIL mengkritik sistem akademik yang dinilai tidak efektif.

“Ini adalah aspirasi mahasiswa UIN RIL, kritik ini kami sampaikan atas ketidak efektifan sistem SIARIL. Dimana dalam sistem ini terdapat kebobrokan dimulai dari gagalnya SIARIL dalam menginput data mahasiswa, Kartu Rencana Study atau KRS tidak bisa diakses dengan optimal dan masih banyak lagi kebobrokan lainnya,” tegas Luki dalam orasinya.

Ia juga meminta pimpinan UIN RIL bersikap tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan sistem SIARIL agar bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah-masalah mahasiswa yang terdampak karena gagalnya SIARIL.

“Kegagalan SIARIL ini menimbulkan dampak yang besar bagi mahasiswa, bagaimana tidak, banyak teman-teman mahasiswa yang tidak bisa menyusun KRS, ditambah lagi limit waktu pengumuman dan pembayaran UKT yang dadakan dan sangat ketat, bahkan kawan-kawan mahasiswa yang telat membayar UKT bukannya diberi kebijakan malah disuruh cuti, sangat jelas bukan pemikiran pendidik bila mahasiswa yang ingin belajar malah disuruh cuti. Maka dari itu, kami meminta pimpinan UIN RIL agar mengambil sikap yang tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan sistem ini,” lanjutnya.

Sementara itu, menanggapi tuntutan mahasiswa, Rektor UIN RIL, Moh. Mukri mengatakan, telah melakukan rapat bersama pimpinan Fakultas di UIN dan tim Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) untuk membahas deadline penyelesaian persoalan SIARIL tersebut.

“Tadi sudah saya panggil seluruh Dekan Fakultas, Wadek satu, Kepala Biro, dan Tim PTIPD untuk mempresentasikan dimana sebenarnya persoalannya dan sudah menjadi kesepakatan bahwa SIARIL ini tetap berjalan untuk mahasiswa semester satu, sedangkan mahasiswa yang lama masih tetap menggunakan SIAKAD. Kemudian ada persoalan dalam SIARIL ini seperti apa yang diminta massa aksi untuk segera diselesaikan, insyaallah akan segera kami selesaikan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan gagalnya SIARIL ini ada pada persoalan komunikasi.

“Ini persoalannya ada pada komunikasi, jadi semuanya bermula dari komunikasi dan gagal juga karena komunikasi. Maka imbasnya adalah sistem ini jadi tidak berjalan. Orang yang bersangkutan akan menanggung resiko. Sistem ini harus diperbaiki selama satu minggu, sesuai dengan tuntutan mahasiswa,” imbuhnya.

Mukri juga mengabulkan tuntutan mahasiswa untuk mencopot jabatan terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam pembuatan SIARIL tersebut.

“Bukan hanya diberhentikan, tetapi dicopot,” tegasnya.

Saat dimintai keterangan terkait nama-nama oknum yang terlibat dalam pembuatan dan kegagalan SIARIL, Ia enggan memberitahukannya.

“Ini udah selesai, sudah dikomunikasikan,” pungkasnya.

berikut beberapa tuntutan yang diusung mahasiswa dalam aksi tersebut; 1. Meminta penyelesaian pengimputan data mahasiswa yang sebelumnya mengunakan SIARIL kembali ke SIAKAD paling lambat 7×24 jam terhitung sejak hari ini, 2. Pembenahan sistem akademik kampus, 3. Meminta pihak kampus memberikan toleransi terkait pembayaran UKT, bagi mahasiswa yang belum mampu membayar UKT tepat waktu, 4. Meminta Rektor untuk mencopot jabatan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas SIARIL, 5. Meminta gelar dialog Publik terkait Sistem Akademik, dan terakhir 6. meminta tranparansi anggaran pembuatan siaril. (Albet)

Related posts