Paripurna DPRD, PKB dan Nasdem Soroti Anggaran Covid-19 Lampung

Tilasnews.com, Bandarlampung: Rapat lanjutan Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung dengan pembicaraan pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD Provinsi Lampung terhadap Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksana APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020, Kamis (25/06).

Fraksi Nasdem yang diwakili oleh Mardiana meminta kepada Pemerintah Provinsi agar anggaran difokuskan kepada pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti pelatihan, promosi dan bantuan kepada usaha UMKM.

“Terkait anggaran pemulihan ekonomi, partai Nasdem meminta agar semua usaha kecil dan menengah baik yang formal dan informal dalam program APBD tahun anggaran 2021, anggaran harus difokuskan pada pembinaan, promosi dan pemberian bantuan kepada UMKM.

Ia juga mengatakan saat ini masih banyak usaha mikro dan usaha menengah UMKM yang kesulitan mendapatkan legalitas usaha.

“Saat ini juga masih banyak usaha mikro dan menengah yang kesulitan mendapatkan legalitas usaha sehingga membuatnya kesulitan mendapatkan akses program-program usaha pemerintah daerah maupun pusat”, jelasnya.

Lebih lanjut ia meminta agar Pemerintah Provinsi juga fokus terhadap penanganan Covid-19 serta mengoptimalkan pelayanan di rumah sakit khususnya untuk pasien kurang mampu.

“Partai Nasdem dengan segala keterbatasan dan memahami APBD mencoba berpartisipasi memberikan masukan-masukan dengan harapan pemerintah Provinsi Lampung fokus anggaran terhadap kesehatan, khususnya Covid-19. Dengan APBD 2021 diharapkan bisa menyumbat kendala yang dihadapi masyarakat terutama pengoptimalan pelayanan di rumah sakit, meningkatkan pelayanan ambulan pasien Covid-19 khususnya bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Fraksi PKB mengatakan bahwa dengan menduduki peringkat ke 2 nasional kematian akibat Covid-19 Provinsi Lampung belum signifikan memberikan dampak positif terhadap penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung.

“Setelah mempelajari data dan berdasarkan fakta, kami Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung secara umum menggaris bawahi, dengan menduduki peringkat ke 2 nasional kematian tertinggi akibat Covid-19 dapat disimpulkan bahwa refokus anggaran sebesar 245 Miliyar belum signifikan memberikan dampak positif terhadap penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung”, ujarnya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan selain kematian, meningkatnya pernikahan dibawah umur juga menjadi dampak Covid-19 sehingga ini akan menjadi titik fokus agar bisa menekan kasus-kasus yang sama dimasa depan.

“Selain angka kematian tinggi, pandemi Covid-19 pun juga berkontribusi atas meningkatnya pernikahan dibawah umur sehingga hal ini juga akan berdampak pada stunting. Hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga Damar bahwa meningkatnya pernikahan dibawah umur juga dipengaruhi minimnya pendidikan tentang seksual dan kemiskinan, maka ini akan menjadi titik fokus kita bersama, menemukan solusi sehingga bisa menekan kasus serupa dimasa mendatang, maka dari itu saya meminta kepada UPTD dan dinas-dinas terkait bisa mengambil langkah strategis dalam menekan kasus-kasus seperti ini”, jelas Maksum. (Al)

Mungkin Anda Menyukai