RPA Cabang Tanggamus Gelar Pendidikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Tanggamus – Pengurus Cabang Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kabupaten Tanggamus adakan Pendidikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Bagi Stakeholder, di GSG Gisting Bawah, Kamis (27/10/2022).

Ketua Cabang RPA Kabupaten Tanggamus, Ruwiati mengatakan, dengan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Negara Indonesia, menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga-lembaga pemerhati isu perempuan dan anak.

Hal inilah yang membuat RPA Cabang Tanggamus merasa perlu melaksanakan kegiatan Pendidikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Bagi Stakeholder, dimana kegiatan ini diharapkan sebagai ilustrasi betuk kepedulian Masyarakat terhadap Perempuan dan Anak.

“Keutuhan dan kerukunan Rumah tangga yang bahagia, aman, tenteram dan damai merupakan harapan setiap rumah tangga. Apabila keutuhan dan kerukunan rumah tangga terganggu dan tidak dapat dikontrol maka pada akhirnya akan terjadi kekerasan dalam rumah tangga,” ucapnya.

Ditempat yanag sama, Ketua Bidang Advokasi RPA Provinsi Lampung, Rizal Bahrul Mustofa menyampaikan, persoalan perempuan dan anak bukan hanya persoalan pemerintah saja tetapi menjadi masalah seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi melakukan pencegahan dan mendorong partisipasi perempuan.

“RPA baru 2 tahun dan sampai sekarang masih terus komitmen melakukan pendidikan terhadap perempuan dan anak.
Tahun ini fokus RPA terhadap pencegahan dan penangan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Upaya pencegahan banyak dilakukan dengan bantuan masyarakat di seluruh cabang,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PPPA, Ali Yasmir mengatakan, masalah tentang perempuan dan anak menjadi perhatian pemerintah, namun terbatas anggaran. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tanggamus sangat berterimakasih kepada lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak.

“Pemerintah bangga di Tanggamus hadir RPA Cabang Tanggamus, kami memberi apresiasi kepada lembaga yang bekerja tampa pamrih. Dikarenakan banyak lembaga yang hadir, kita bisa cepat tanggap menangani kasus perempuan dan anak,” tuturnya. (Red)

Related posts