Sosialisasi Perda Tentang Rembug Desa Dalam Pencegahan Konflik Kembali Digalakkan

Tilasnews.com, Lampung Selatan: Sahlan Syukur S.E biasa disapa Aan Anggota DPRD Provinsi Lampung Komisi II Dapil Lampung Selatan Fraksi PDI-Perjuangan, laksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah(Perda) Provinsi Lampung, Nomor 1 tahun 2016 tentang Rembug Desa dan Kelurahan dalam pencegahan konflik di Provinsi Lampung, Sabtu, 19 juni 2021

Sosilaisasi ini dilaksanakan di Desa Rulung Raya Kecamatan Natar dengan dihadiri oleh para tokoh Masyarakat dan Dua Narasumber Ibu Dra. Nur Prima Qurbani, M.Si dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung dan bapak Dadin Ahmadin, S.Sos Penggiat Pendidikan Lampung dengan menggunakan forum diskusi tanya jawab dan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan.

Dalam sambutanya, Aan menyampaikan adanya peraturan daerah nomor 1 tahun 2016 tentang Rembug Desa dan Kelurahan merupakan pengenjawantahan dari nilai-nilai pancasila Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda kita tetap satu.

“Agar segala persoalan atau masalah yang ada di Desa diselesaikan dengan bermusyawarah mufakat. Itulah fungsi dari Perda nomor 1 tahun 2016,” ujarnya.

Aan juga mengatakan, adanya perda ini merupakan bagian dari upaya DPRD dalam mencegah terjadinya konflik di desa dalam proses pembangunan dan lain sebagainya, “Harapan saya perda ini bisa dimanfaatkan dengan bijak dan menjadi payung hukum aparat desa dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di desa agar desa bisa berkembang dan damai,” ungkapnya.

Dipenghujung acara aan selaku pimpinan di Komisi 2 DPRD Provinsi Lampung yang membidangi pertanian mengatakan di zaman modern ini teknologi semakin berkembang sehingga menyorot besarnya minat kaum pemuda akan ikut perkembangan teknologi akan tetapi berdampak pada sedikitnya minat kaum pemuda untuk jadi penerus dibidang pertanian maka aan mengajak masyarakat rulung raya untuk lebih kreatif dibidang pertanian terkhusus pemuda harus melek akan pentingnya keberdayaan petani.

Sementara itu, Menurut pemateri Dadin Ahmadin, Lampung merupakan wilayah yang sering terjadi keributan dikalangan masyarakat, maka perda yang dibuat dan disosialisasikan oleh DPRD ini menjadi pondasi dasar masyarakat dalam menyelesaikan segala persoalan yang terjadi.

Mungkin Anda Menyukai