Unila Sambut Baik Konferensi Internasional Budaya Lampung

Bandar Lampung, Tilasnews.com:  Universitas Lampung (UNILA) gelar konferensi pers terkait The International Conference and Culture Event Of Lampung yang akan digelar pada Selasa (14/12/2021) via Zoom.

Dalam sambutannya Rektor Unila, Karomani menyambut baik adanya konferensi internasional tentang budaya Lampung ini.

“Tentunya kita menyambut baik adanya konferensi internasional tentang budaya Lampung ini, makanya kita minta kepada media untuk mengekspost kegiatan ini agar publik Lampung khususnya dan Indonesia tahu bahwa kita mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelestarian budaya Lampung ini,” tuturnya.

Ia menambahkan kegiatan ini adalah inisasi Profesor Emerita Margaret J kartomi dari Monash University Australia yang mempunyai komitmen tinggi terhadap kebudayaan Lampung

“Ini adalah inisiasi Profesor Emerita Margaret J Kartomi dari Monash University Autralia, beliau mempunyai komitmen yang tinggi terhadap kebudayaan Lampung khususnya yang berkaitan dengan seni budaya Lampung, sebelumnya ia juga telah meneliti berbagai kebudayaan Lampung lainnya yang ada di sumatera, mulai dari Aceh sampai Lampung” ujarnya

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah mendirikan dua rumah adat sebagai bentuk pelestarian budaya Lampung.

“Seperti yang kita ketahui bersama, Unila telah mendirikan dua Rumah Adat sebagai bentuk menjaga dan mengembangkan budaya Lampung,” imbuhnya.

Selanjutnya, Karomani juga mengatakan Profesor Emerita Margaret ini telah menadapatkan gelar atau adok dari Gubernur Lampung yaitu “Ratu Berlian Sangun Anggun”.

“Profesor Margareta ini telah diberi adok Ratu Berlian Sangun Anggun dari Gubernur Lampung, karena beliau begitu memperhatikan kebudayaan Lampung,” jelasnya.

Menurutnya kebudayaan di Indonesia adalah sebagai penyatu bangsa, termasuk budaya Lampung yang dikenal dengan Fi’il Pesenggirinya.

“Saya begitu memperhatikan budaya Lampung ini karena budaya ini adalah salah satu sebagai penersatu bangsa, termasuk budaya Lampung yang dikenal dengan Fi’il Pesenggirinya, dalam budaya tersebut kita diajarkan bagaimana tata cara bermasyarakat atau mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Contohnya jika ada teroris, itu pasti bukan orang Lampung, karena budaya Fi’il Pesenggirinya mengajarkan bagaimanan bermasyarakat, serta mengandung nilai-nilai kemanusiaan,” tutupnya. (Albet)

Related posts